Penyebab Berkurangnya Nilai Gizi Pada Makanan

Agar makanan dapat layak dan sehat untuk dikonsumsi oleh manusia maka makanan tersebut akan diolah atau diproses dengan tahapan atau cara tertentu. Namun terkadang proses pengolahan makanan itu menyebabkan kandungan gizi dari makanan tersebut berkurang. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan berkurangnya nilai makanan:
  1. Memasak bahan makanan. Mencuci beras secara berlebihan (berkali-kali) akan banyak menghilangkan kandungan vitamin B pada beras. Menanak nasi dengan cara direbus dahulu akan melarutkan sebagian vitamin dan mineral. Begitu juga dengan sayuran yang dicuci setelah dipotong-potong akan menyebabkan hilangnya sebagian zat makanan.
  2. Menjemur makanan. Vitamin C dan Vitamin B2 pada makanan akan rusak karena proses oksidasi.
  3. Pengeringan. Pengeringan pada ikan atau daging yang berlemak akan menimbulkan ketengikan karena proses oksidasi.
  4. Pengalengan. Proses pengalengan yang tidak higienis akan menimbulkan bakteri dan jamur sehingga akan meracuni makanan dan tidak layak untuk dikonsumsi.

0 komentar:

TERAPI KECANTIKAN DENGAN RAMUAN ALAMI



Cantik dan sehat adalah dambaan setiap wanita Indonesia. Dengan kecantikan yang terawat dengan baik kaum hawa dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri.

Terapi kecantikan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang bisa dengan mudah kita dapatkan. Bahan-bahan tersebut telah terbukti manfaat yang ajaib bin mujarab untuk kecantikan dan kesehatan kaum hawa.

Buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan serta tumbuhan lainnya adalah ramuan nabati yang sering digunakan untuk terapi atau perawatan kecantikan. Penggunaannya dapat berupa perawatan dari luar (masker, lulur, bedak dingin, dan lain-lain), maupun perawatan dari dalam dengan cara dikonsumsi.

Ramuan nabati sangat dianjurkan untuk digunakan karena banyak mengandung vitamin, mineral, dan komponen lainnya yang dinamakan fitonutrien. Fitonutrien sangat berperan dalam menjaga dan memelihara serta meremajakan pertumbuhan sel-sel tubuh sehingga tetap cantik dan awet muda.

Beberapa bahan nabati yang dapat digunakan untuk terapi kecantikan antara lain alpukat, apel, bengkuang, jeruk nipis, mangga, stroberi, pisang, pepaya, nanas, melon, semangka, kecambah atau tauge, lidah buaya, mentimun, selada, seledri, brokoli, tomat, wortel, dan kentang.

Mengingat bahan-bahan tersebut sangat besar manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan wanita maka dianjurkan untuk sering dikonsumsi misalnya dalam bentuk juice atau minuman. Dengan demikian manfaat ajaib bin mujarab dari bahan-bahan nabati tersebut dapat kita rasakan.

0 komentar:

MEMAHAMI ARTI SEHAT



Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat.

Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian.

Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.

Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang-Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi.

Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial.

Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.

1 komentar:

Enzim, Protein Biokatalisator


Enzim adalah golongan protein yang memiliki fungsi sebagai biokatalisator pada reaksi kimia dalam tubuh manusia. Zat yang sudah diubah oleh enzim disebut substrat. Enzim merupakan protein yang kompleks yang terdiri dari bagian protein dan bagian non-protein (kofaktor).

Klasifikasi enzim ada beberapa macam yang terutama didasarkan pada jenis katalisasi yang bereaksi. Enzim berakhiran "ase" terhadap substrat yang dikatalisisnya, misalnya:
  • Amilase, menghidrolisis amilum atau pati.
  • Lipase, menghidrolisis lipida atau lemak.
  • Protease, menghirolisis protein.
Komisi enzim dari International Unit Biochemistry mengusulkan klasifikasi enzim menjadi 6 kelas, yakni:
  1. Oksida reduktase
  2. Transferase
  3. Hidrolase
  4. Liase
  5. Isomerase
  6. Ligase.

0 komentar:

Sitemap


0 komentar:

Mengobati Diare


Diare terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus menjadi meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare adalah termasuk gangguan perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak.

Diare akut kalau anak mencret lebih dari 4 kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, sebagai contoh makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, misalnya sudah diberikan makan padat sebelum waktunya.

Pengobatan diare yang paling dianjurkan adalah memberikan oralit. Tidak ada anak yang meninggal karena diare, yang ada meninggal karena dehidrasi. Jadi, yang perlu diwaspadai bukan diarenya, melainkan dehidrasinya. Selama cairan tubuhnya cukup, tak perlu khawatir.

Salah satu indikator dehidrasi adalah buang air kecilnya. Selama kencingnya cukup, berarti tidak ada dehidrasi. Berikan oralit, karena sudah disesuaikan dengan cairan yang dikeluarkan melalui BAB.

Oralit mengandung glukose, natrium, kalium, dan bikarbonat untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB. Sementara pada air putih, natrium dan kaliumnya turun. Anak malah bisa kejang, kembung, dan lemas kalau hanya tergantikan airnya saja. Yang juga harus diperhatikan, jangan menyamakan komposisi oralit untuk anak dan dewasa. Pada anak, natriumnya lebih rendah. Jadi, kalau mencretnya 2 sendok, jangan memberikan oralit segelas, mencret setengah gelas, jangan memberikan oralit tiga gelas. Jadinya malah hipernatrium, bisa-bisa anak mengalami koma. Kebutuhan cairan disesuaikan dengan oralit.

0 komentar:

Susunan Gigi Manusia


Gigi (geligi = jamak) merupakan alat pencernaan yang tersusun atas jaringan tulang yang sangat kuat dan tertanam pada gusi (ginggiva) dari tulang rahang atas dan bawah. Mulut dengan adanya geligi berfungsi untuk mengunyah makanan secara mekanis sehingga menjadi butiran-butiran makanan yang lebih kecil, sehingga memudahkan bekerjanya enzim pencernaan.

Berdasarkan bentuk dan fungsinya gigi dapat dibedakan menjadi:
  1. Gigi seri atau Incisivi (I) yang memiliki fungsi untuk menggigit dan memotong.
  2. Gigi taring atau Caninus (C) yang memiliki fungsi untuk menyobek.
  3. Gigi geraham dapat dibedakan menjadi gigi geraham kecil atau Premolar (P) dan gigi geraham besar atau Molar (M) yang memiliki fungsi mengunyah dan melumatkan makanan.

0 komentar:

MANFAAT BELAJAR ILMU KESEHATAN



Ilmu kesehatan sebagai ilmu pengetahuan terapan (applied science) yang mempelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha manusia untuk selalu dalam keadaan sehat. Ilmu kesehatan pada dasarnya berbeda dengan ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran lebih berorientasi pada penyembuhan penyakit, sementara ilmu ilmu kesehatan lebih luas mencakup juga pengobatan, pencegahan, dan pemulihan.

Banyak aspek yang harus dilakukan oleh seseorang agar dapat hidup. Setidak-tidaknya memahami bagaimana dia mengelola kehidupannya, rohani dan jasmani agar sehat dan pada gilirannya, hidupnya berkualitas. Perilaku orang yang sehat agar tetap sehat dan meningkat disebut perilaku sehat, yang mencakup perilakuperilaku dalam mencegah atau menghindar dari penyakit dan penyebab penyakit/masalah, atau penyebab masalah kesehatan, perilaku dalam mengupayakan meningkatnya kesehatan. Contoh: makan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, tidak merokok dan minuman minuman keras, menghindari gigitan nyamuk, menggosok gigi setelah makan, cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sebagainya.

Hakekat belajar ilmu kesehatan, menurut UNESCO (Delors, 1997), mencakup 4 (empat) tingkatan atau tujuan yaitu: pilar utama yang harus dilakukan dalam semua proses pendidikan adalah:
  • Belajar untuk mengetahui (learning to know),
  • Belajar untuk berbuat (learning to do),
  • Belajar untuk menjadi (learning to be); dan
  • Belajar untuk hidup bersama (learning to live together).

0 komentar:

PENCEGAHAN PENYAKIT CHIKUNGUNYA


Penyakit Chikungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Albopictus. Istilah "chikungunya" diambil dari bahasa Swahili, Afrika, untuk menamai demam yang diakibatkan oleh penyebaran virus gigitan nyamuk.

Virus chikungunya ini merupakan bagian dari kelompok besar Togavirus dan genusnya alphavirus. Kasus ini pertama kali ditemukan di Tanzania tahun 1952, kemudian menyebar hingga ke benua Asia termasuk Asia Tenggara.

Kasus chikungunya ditemukan pertama kali di Indonesia yakni di Kalimantan Tengah pada era 80-an. Pada saat itu diprediksi penyakit ini akan menyebar luas karena pengaruh iklim dan perkembangan virus yang semakin cepat.

Pencegahan penyakit ini sama seperti pencegahan pada penyakit malaria, dimana kita harus senantiasa menjaga kebersihan terutama pada tempat-tempat penampungan dan pembuangan air. Dengan memperbanyak mengkonsumsi air putih juga akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengurangi pengaruh gigitan nyamuk penyebab penyakit Chikungunya.


1 komentar: