Mari Hijaukan Jakarta


Jakarta pernah berkata : "Yang kubutuhkan adalah pepohonan, bukan kendaraan-kendaraaan !!!".
Jika Jakarta adalah manusia mungkin akan terdengar teriakan seperti itu di telinga kita. Bagaimana tidak, Jakarta sekarang sudah menjadi kota incaran para kaum urban termasuk saya. Tapi jangan salah lho, saya pernah dilahirkan di jakarta dan saya juga pernah menikmati masa kecil di Jakarta sampai kelas satu SD. Jadi sebenarnya saya ini kaum setengah urban...hahahaha.

Pembaca dan sobat blogger yang budiman, udara Jakarta saat ini sebenarnya sudah tidak layak untuk dihirup manusia yang tinggal di kota ini. Permasalahan pokoknya adalah kurang tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai paru-paru kota Jakarta. Menurut Undang-Undang lingkungan hidup menyatakan bahwa RTH yang harus tersedia minimal 30% dari luas lahan suatu wilayah.

Bagaimana dengan Jakarta??? Ya kalau udara Jakarta masih panas di banyak sudut kota, berarti pohon yang ada di kota Jakarta jumlahnya masih kurang. Padahal udara yang bersih sangat menunjang kesehatan tubuh manusia. Pohon merupakan sumber oksigen yang sangat besar untuk menyehatkan paru-paru kita. Nah...yang terjadi malah sebaliknya, di kota Jakarta pohon malah digusur digantikan bangunan mall dan apartemen. Akibatnya ya rasakan sendiri deh...siapa suruh menggusur pohon....???

Kita berharap pemerintah provinsi DKI Jakarta cepat bertindak untuk mengatasi polusi udara di kota ini yang sudah cukup parah. Jika dibiarkan maka masyarakat kota Jakarta selain merasa kepanasan juga merasa cepat lelah dan stress karena kebutuhan oksigen tak tercukupi. Mari Hijaukan Jakarta !!!

3 komentar:

Anthonie Eka mengatakan...

seneng yah kalau kota dimana kita tinggal dipenuhi dengan pepohonan hijau tentunya sangat banyak manfaat positif yang bisa diambil dengan banyaknya pepohonan, semoga Jakarta bisa menjadi contoh untuk kota-kota lainnya :)

Devy Indriyani mengatakan...

tidak ada tempat kosong lagi mas untuk menanam phon dijakarta, udah sempit semakin sempi saja dari tahun ke tahun,

memang benar kata orang, kejam-kejamnya ibu tiri lebih kejam lagi ibu kota.

iya gak mas,hehe

Makhluk Surga mengatakan...

Betul...neng geurlis.
Jakarta memang kejam...bagi sebagian orang
Yang penting kita berbagi dan mengingatkan..i think that's enough for Jakarta...hebehe